Satu Juta Tiket Kereta Api Terjual Saat Libur Panjang Idul Adha 2026
Anne mencatat pelanggan pada periode ini tersebar cukup merata menuju berbagai kota favorit di Pulau Jawa maupun Sumatra. Yogyakarta, Bandung, Semarang, Solo, hingga Surabaya masih menjadi tujuan utama pelanggan.
“Selain lebih praktis dan nyaman, perjalanan menggunakan kereta api juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih santai sehingga pelanggan dapat menikmati momen liburan dengan lebih menyenangkan,” ujar Anne.
Puncak keberangkatan terjadi pada 26 Mei 2026 dengan lebih dari 214 ribu pelanggan, kemudian tetap terjaga di atas 100 ribu pelanggan per hari hingga awal Juni.
10 Stasiun Keberangkatan Favorit
1. Stasiun Pasarsenen: 76.356 pelanggan
2. Stasiun Gambir: 63.757 pelanggan
3. Stasiun Yogyakarta: 57.603 pelanggan
4. Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng: 40.289 pelanggan
5. Stasiun Bandung: 33.456 pelanggan
6. Stasiun Surabaya Gubeng: 32.835 pelanggan
7. Stasiun Surabaya Pasarturi: 32.537 pelanggan
8. Stasiun Lempuyangan: 29.801 pelanggan
9. Stasiun Purwokerto: 29.136 pelanggan
10. Stasiun Semarang Poncol: 28.231 pelanggan
Dominasi Stasiun Pasarsenen dan Gambir menunjukkan kawasan Jakarta masih menjadi titik mobilitas terbesar masyarakat selama long weekend. Di sisi lain, tingginya volume keberangkatan dari Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, hingga Surabaya memperlihatkan kuatnya konektivitas antarkota berbasis kereta api di Pulau Jawa.
Daftar tersebut juga menggambarkan perubahan preferensi perjalanan masyarakat yang kini semakin menyukai kota-kota dengan suasana wisata budaya, kuliner, heritage, hingga kawasan urban yang dapat dijangkau langsung dari pusat kota melalui layanan kereta api.
Seluruh Lokomotif KAI Sudah Pakai Biosolar B40, Siap Adopsi B50
Dengan total kapasitas tempat duduk untuk kereta api jarak jauh sebanyak 743.904 atau 41.328 tempat duduk per hari. (arcadex.my.id/Herman Zakharia)
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mendorong penggunaan energi ramah lingkungan dengan mengimplementasikan biosolar B40 pada seluruh lokomotif dan genset. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program transisi energi nasional menuju keberlanjutan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa seluruh sarana operasional perusahaan kini telah menggunakan bahan bakar berbasis energi terbarukan tersebut.
“Seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI telah menggunakan energi terbarukan melalui bahan bakar biosolar B40,” ujar Anne dikutip dari Antara, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, penggunaan B40 merupakan bagian dari dukungan KAI terhadap kebijakan strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan di sektor transportasi.
Dengan penggunaan energi hijau ini, operasional kereta api mampu menghasilkan emisi yang lebih rendah sekaligus memperkuat posisinya sebagai moda transportasi dan logistik yang lebih ramah lingkungan.
Anne menambahkan, kereta api tetap menjadi solusi mobilitas yang efisien dan terjangkau, terutama di tengah keterbatasan bahan bakar minyak.
KAI Siap Adopsi B50, Dukung Transisi Energi
Penambahan Perjalanan KA Jarak jauh: Kereta jarak jauh tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (10/7/2020). PT KAI telah mengoperasikan lima perjalanan kereta jarak jauh untuk tujuan Bandung, Cirebon, dan Surabaya mulai Jumat 10 Juli 2020. (arcadex.my.id/Faizal Fanani)
KAI juga menyatakan kesiapan untuk melangkah ke tahap berikutnya, yakni penggunaan biosolar B50 yang saat ini tengah dikembangkan pemerintah.
“KAI menaruh perhatian besar dan siap mendukung langkah selanjutnya dari Kementerian ESDM, yaitu pengembangan B50,” kata Anne.
Namun, sebelum implementasi, seluruh sarana akan melalui uji coba teknis guna memastikan keamanan dan keandalan operasional tetap terjaga.
Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam memperluas penggunaan bahan bakar nabati (BBN) sebagai bagian dari upaya mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060.
Menurut Anne, pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya mendukung efisiensi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Jumlah Penumpang dan Angkutan Logistik Meningkat
Seiring dengan transformasi energi, minat masyarakat terhadap transportasi kereta api juga terus meningkat.
KAI mencatat sebanyak 14.515.350 pelanggan menggunakan layanan kereta api jarak jauh dan lokal sepanjang Triwulan I 2026. Angka ini tumbuh 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain angkutan penumpang, KAI juga berperan penting dalam distribusi logistik nasional. Pada periode yang sama, KAI mengangkut 12.075.002 ton batu bara untuk mendukung pasokan listrik di Jawa dan Bali.
Tak hanya itu, sebanyak 2.873.440 ton barang lainnya seperti peti kemas, hasil perkebunan, hingga kiriman ritel juga diangkut menggunakan kereta api.
Anne menegaskan bahwa penggunaan biosolar B40 dalam operasional ini menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang semakin ramah lingkungan.
“Kami berkomitmen memastikan kereta api terus bertransisi menjadi moda transportasi yang aman dan efisien, serta membawa manfaat berkelanjutan bagi masa depan bangsa,” pungkasnya.