Trump Disebut Pernah Ancam dan Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS

arcadex.my.id, Washington D.C – Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah mengancam, membuka kemungkinan serangan, atau benar-benar menyerang 15 negara selama dua periode masa kepresidenannya, menurut analisis CNN yang dikutip sejumlah media internasional.

Negara terbaru yang masuk dalam daftar tersebut adalah Oman, setelah Trump melontarkan ancaman terhadap negara Teluk ituketegangan di Selat Hormuz. Dalam rapat kabinet Gedung Putih pada Rabu (27/5/2026), Trump memperingatkan Oman agar tidak bekerja sama dengan Iran dalam mengendalikan jalur pelayaran strategis tersebut.

“Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kita harus meledakkan mereka,” kata Trump, dikutip dari laman TRT World, Kamis (28/5).

Pernyataan itu muncul setelah laporan mengenai pembicaraan Iran dan Omankemungkinan pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Trump menegaskan jalur laut tersebut merupakan perairan internasional dan tidak boleh dikuasai negara tertentu.

CNN menyebut Oman menjadi negara ke-15 yang pernah diancam atau menjadi sasaran aksi militer Trump selama menjabat presiden. Dalam masa jabatan keduanya, Trump disebut telah melancarkan operasi militer di Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman.

Selain itu, Trump juga disebut pernah mengancam atau membuka kemungkinan tindakan militer terhadap Kanada, Kolombia, Kuba, Greenland yang merupakan wilayah Denmark, Meksiko, Panama, dan Oman. Pada masa jabatan pertamanya, Korea Utara dan Meksiko juga sempat menjadi sasaran ancaman serupa.

Laporan tersebut mencatat ancaman dan serangan Trump mencakup negara-negara di empat benua, yakni Asia, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

CNN juga menyoroti bahwa sebagian komentar Trump melampaui ancaman militer dan mengarah pada gagasan ekspansi wilayah. Dari 15 negara yang disebut, lima di antaranya pernah disebut Trump sebagai kemungkinan tambahan wilayah Amerika Serikat atau target pengaruh AS, yakni Kanada, Kuba, Greenland, Panama, dan Venezuela. 



error: Content is protected !!