Curhat Pedagang Hewan Kurban Minim Pembeli saat Idul Adha 2026

Curhat Pedagang Hewan Kurban Minim Pembeli saat Idul Adha 2026

Ajat yang punya kandang di wilayah Cimahpar, Kota Bogor, Jawa Barat itu mengaku membawa lebih sedikit hewan kurban dari tahun lalu untuk dijual. Ada 40 ekor yang dibawanya dengan bobot 30-65 kilogram (kg). Angka ini jauh lebih rendah dari yang dibawanya tahun lalu.

Bukan tanpa alasan, perubahan pola konsumen itu yang disadari oleh Ajat. Diakuinya, langganan konsumen yang biasanya membeli hewan kurban dari Putri Kembar Farm pun beberapa tak datang lagi.

“Langganan pun menurun drastis dengan alasan tahun ini libur dulu lah, ada juga yang pindah ke sapi,” ucapnya.

Konsumen Banyak Pertimbangan

Senada, Pemilik Bara Farm, M Reiza menyadari adanya perubahan pola. Dia melihat ada penurunan penjualan pada awal musim kurban. Kondisi ekonomi diamini sebagai salah satu pertimbangan calon pembeli hewan kurban.

“Masyarakat sekarang lebih banyak mempertimbangkan kondisi ekonomi sebelum membeli. Tapi alhamdulillah pembeli tetap ada dan menjelang hari-H penjualan mulai meningkat,” katanya.

 

Perubahan Pola

Panitia menimbang daging hewan kurban di Masjid Daarul Falah, Jakarta Selatan, Selasa (20/7/2021). Umat muslim seluruh dunia serempak merayakan Hari Raya Idul Adha yang ditandai dengan pemotongan hewan kurban sehari setelah jemaah haji wukuf di Padang Arafah. (arcadex.my.id/Angga Yuniar)

Reiza mampu menjual sekitar 32 ekor sapi miliknya. Penghematan pembeli tetap meski puluhan ternaknya dibeli. Salah satunya dari sapi yang dipilih cenderung memiliki bobot paling ringan, sehingga harganya pun lebih murah.

“Sekarang konsumen lebih banyak mencari hewan dengan harga yang menengah dan lebih selektif soal kesehatan hewan. Banyak juga yang tanya soal kesehatan dan bobot hewan sebelum membeli,” beber dia.

Perubahan pola itu nampaknya dirasakan oleh Achmad pemilik Sahabat Farm, jongko hewan kurban yang kerap menjual sapi berukuran jumbo. Dia mengaku hanya menjual 7 ekor sapi dengan bobot rata-rata 500 kilogram (kg). Padahal, tahun lalu dia berhasil menjual bobot mendekati satu ton.

“Kalau saya hanya ngabisin stok sisa tahun kemarin saja, cuma 7 ekor bobot 500 kiloan,” kata dia.

 

Pedagang Banting Harga

Guna menjual banyak hewan korban, Ajat mengaku harus mengambil strategi yang terbilang nekat. Dia sampai membanting harga jual dari domba dan kambing miliknya.

Langkah ini dilakukan menjelang puncak Hari Raya Idul Adha. Tak tanggung-tanggung, dia memangkas sekitar Rp 1 juta dari harga jualnya di awal.

“Saya jual di angka Rp 3,5 juta sampai Rp 7 juta dan banyak juga di detik-detik akhir saya kasih harga murah di bawah standar,” ucapnya.

“Karena domba masih banyak dan pengunjung sepi, yang biasa saya jual standar nya Rp 4 juta – 5 juta, terpaksa saya jual di harga Rp 3,5 juta bahkan Rp 3 juta,” sambungnya.

Ajat, Reiza, hingga Achmad sama-sama berharap pemerintah bisa memperbaiki kondisi ekonomi tahun depan. Sehingga penjualan hewan kurbanya bisa laris manis diborong masyarakat.

Alasan Warga Pilih Hewan Kurban Lebih Kecil

Sebelumnya, kurban menjadi rutinitas tahunan sebagian masyarakat muslim. Tekanan ekonomi yang terjadi mempengaruhi pilihan ukuran hewan kurban yang dibeli untuk turut serta dalam ibadah tersebut.

Salah satunya diungkap Febian yang mengubah pilihan hewan kurbannya dari tahun-tahun sebelumnya. Pria yang rutin berkurban ini semakin mempertimbangkan kondisi ekonominya pada 2026 ini.

“Kalau minat, tentu sangat berkeinginan selalu ya, tapi terkadang berbenturan dengan kondisi pendapatan, terutama di tahun ini cukup terasa ya, pendapat menurun tajam, biaya pengeluaran meningkat signifikan,” ungkap Fabian saat berbincang dengan arcadex.my.id, Kamis (28/5/2026).

 

 

Cari Hewan Kurban Murah

Kondisi tersebut membuatnya mempertimbangkan untuk tidak berkurban pada Idul Adha tahun ini. Namun, dia tetap menyempatkan untuk berkurban meski ada perubahan. Tahun ini, dia cenderung memilih hewan kurban lebih kecil dengan harga yang lebih murah. 

Selain itu, dia juga urunan dana dengan kerabatnya untuk berkurban satu ekor sapi dengan bobot sekitar 200 kilogram (kg). “Satu (sapi), tapi versi termurah, karena efisiensi kalau versi pemerintah,” ucap dia.

Harga satu ekor sapi kurban yang dibelinya sekitar Rp 19 juta – 21 juta. Dia urunan dana dengan enam orang lainnya, sehingga dia cukup membayar Rp 2,7 juta – 3 juta untuk ikut berkurban. Dalam Islam, kurban satu ekor sapi bisa untuk tujuh orang.

Memilih Tak Berkurban

Pilihan berbeda diambil Rima, seorang ibu rumah tangga dengan satu anak. Rima harus mengurungkan niatnya untuk berkurban tahun ini. Alasan ekonomi menjadi pertimbangannya. 

“Tahun ini ada bayaran sekolah anak, kemudian kebutuhan lainnya juga, jadi sepertinya tahun ini enggak dulu kurban,” ucap dia.

Rima mengaku berkurban domba cukup besar pada tahun lalu. Itu pun domba yang sudah dipeliharanya sekitar 1 tahun sebelumnya. “Tahun ini gak kurban karena domba yang punya saya belum cukup umur juga, dan belum masuk budget beli yang baru,” tuturnya.

 

 

 

 




error: Content is protected !!