Regulator Prancis Ingatkan Perusahaan Kripto Tanpa Lisensi Uni Eropa Bakal Hadapi Tuntutan

arcadex.my.id, Jakarta – Regulator pasar modal Prancis memperingatkan perusahaan kripto kalau dapat masuk daftar hitam dan dituntut jika tidak mendapatkan lisensi Uni Eropa untuk beroperasi hingga akhir Juni 2026. Hal ini seiring penerapan regulasi kripto yang lebih ketat oleh Uni Eropa.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat, (29/5/2026), berdasarkan peraturan kripto Uni Eropa, MiCA, perusahaan kripto memiliki waktu hingga 30 Juni untuk mendapatkan lisensi agar dapat terus beroperasi di blok tersebut. Regulator Eropa telah memperingatkan perusahaan tanpa lisensi perlu memiliki rencana penghentian operasional yang teratur.

Aturan-aturan tersebut, yang disepakati pada 2023, membawa pengawasan regulasi terhadap operasi industri kripto bernilai triliunan dolar  AS di Eropa, bahkan ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah melonggarkan regulasi untuk sektor kripto di AS.

“Menjadi sangat, sangat mendesak untuk menyelesaikan permohonan lisensi,” kata presiden Regulator Pasar Prancis, AMF, Marie-Anne Barbat-Layani, kepada wartawan pada Kamis.

Barbat-Layani menuturkan, perusahaan kripto yang belum mendapatkan lisensi sebelum batas waktu Uni Eropa akan dimasukkan ke dalam daftar hitam dan akan menghadapi tindakan penegakan hukum, termasuk penuntutan, jika mereka terus mencari pelanggan Uni Eropa tanpa izin.

Di bawah MiCA, perusahaan kripto harus mengajukan lisensi dari regulator di masing-masing negara Uni Eropa, yang dapat mereka gunakan sebagai “paspor” untuk beroperasi di seluruh blok 27 negara tersebut.

Tahun lalu, beberapa regulator khawatir tentang perbedaan cara negara-negara menerapkan aturan tersebut, dengan kecepatan persetujuan lisensi di Malta yang mendapat sorotan dari Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA).

Barbat-Layani menegaskan kembali, Prancis akan siap untuk memblokir penggunaan lisensi yang diberikan oleh negara lain jika tidak setuju dengan keputusan negara tersebut, sebuah sikap yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada September.

Namun, ia menuturkan, ini bukanlah yang diinginkan regulator, karena akan mewakili “kegagalan kolektif yang serius”.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. arcadex.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Pengawasan Kripto di Uni Eropa Bakal Terpusat di ESMA, Ini Respons ECB

PerbesarIlustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Sebelumnya, Bank Sentral Eropa atau the European Central Bank (ECB) pada Jumat, 10 April 2026 resmi mendukung rencana Komisi Eropa untuk memusatkan pengawasan terhadap pelaku pasar keuangan utama Uni Eropa.

Ini termasuk penyedia layanan aset kripto atau Crypto Asset Service Providers (CASPs), di bawah badan pengawas Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa atau European Securities and Markets Authority (ESMA).

Mengutip the block, berdasarkan laporan Reuters, ditulis Senin, (13/4/2026), dalam opininya yang diterbitkan pada 9 April, ECB mengatakan mereka “sepenuhnya mendukung” proposal Komisi, menyebutnya sebagai langkah ambisius menuju integrasi pasar modal Uni Eropa yang lebih dalam. Rencana tersebut akan memindahkan pengawasan terhadap pemain lintas batas yang penting secara sistemik, termasuk CASP besar, tempat perdagangan, pihak lawan sentral, dan lembaga penyimpanan sekuritas sentral, ke ESMA yang berbasis di Paris.

Proposal ini merupakan perubahan struktural paling signifikan terhadap pengawasan kripto Uni Eropa sejak kerangka kerja Pasar Aset Kripto (MiCA) Uni Eropa sepenuhnya berlaku untuk CASP pada akhir 2024. Di bawah rezim MiCA saat ini, otoritas kompeten nasional telah bertindak sebagai pengawas garis depan dengan ESMA memainkan peran koordinasi. Paket kebijakan Komisi Eropa, yang diumumkan pada Desember, untuk pertama kalinya akan memberikan wewenang pengawasan langsung kepada ESMA atas perusahaan-perusahaan lintas batas terbesar.

ECB berpendapat perusahaan kripto besar dapat “relevan secara sistemik” dan memerlukan pengawasan terpadu untuk mencegah risiko menyebar ke sistem perbankan. ECB juga meminta kursi non-voting di dewan eksekutif ESMA untuk memberikan keahlian teknis tentang sistem pembayaran dan transmisi kebijakan moneter.

 

Butuh Sumber Daya Lebih Banyak

PerbesarIlustrasi kripto (Foto By AI)

Namun, bank sentral memperingatkan ESMA akan membutuhkan sumber daya yang jauh lebih banyak untuk menangani mandat yang diperluas, dan merekomendasikan penyerahan bertahap dari regulator nasional untuk membatasi gangguan operasional.

“Sistem keuangan yang lebih terintegrasi juga akan membantu mengurangi fragmentasi keuangan dan mendukung transmisi kebijakan moneter yang efektif di seluruh zona euro,” demikian pernyataan dalam opini tersebut.

“Selain itu, sistem keuangan yang lebih terintegrasi dengan pasar yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih likuid dapat meningkatkan kemungkinan diversifikasi.”



error: Content is protected !!