arcadex.my.id, Washington D.C – Rencana NASA untuk membangun pangkalan di Bulan dan mengembalikan manusia ke permukaan satelit bumi itu menghadapi ancaman baru.
Pasalnya, roket New Glenn milik Blue Origin meledak saat menjalani uji coba di Florida, Amerika Serikat, dikutip dari laman The Guardian, Jumat (29/5/2026).
Ledakan terjadi pada Kamis (28/5) malam di Kennedy Space Center beberapa detik setelah dimulainya uji coba mesin atau “hotfire test” yang dijadwalkan pukul 21.00 waktu setempat.
Bola api besar terlihat menelan landasan peluncuran Kompleks Peluncuran 36 di Cape Canaveral. Langit berwarna oranye dilaporkan tampak hingga wilayah Fort Pierce yang berjarak sekitar 185 kilometer di selatan lokasi kejadian.
Roket New Glenn merupakan kendaraan peluncur yang dirancang Blue Origin untuk membawa wahana pendarat bulan milik NASA, termasuk misi yang akan mengangkut astronaut ke permukaan bulan dalam program Artemis.
Pendiri Blue Origin Jeff Bezos mengatakan, seluruh karyawan perusahaan telah dipastikan selamat dan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
“Masih terlalu dini untuk mengetahui penyebab utamanya, tetapi kami sudah berupaya untuk menemukannya. Hari yang sangat berat, tetapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun kembali dan kembali terbang,” tulis Bezos di platform X.
NASA sebelumnya baru saja mengumumkan bahwa Blue Origin memenangkan kontrak untuk meluncurkan misi pertama dari tiga misi yang direncanakan tahun ini guna memulai pembangunan pangkalan bulan senilai 20 miliar dolar AS.
Blue Origin juga tengah bersaing dengan SpaceX milik Elon Musk untuk menyediakan wahana pendarat bulan dalam misi Artemis IV yang dijadwalkan berlangsung pada 2028.
Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi penuh terhadap jadwal misi setelah insiden tersebut.
“Penerbangan luar angkasa tidak mengenal ampun, dan mengembangkan kemampuan peluncuran muatan berat baru sangat sulit,” tulis Isaacman di X.
Ia menambahkan NASA akan mendukung investigasi menyeluruh terhadap insiden yang disebut Blue Origin sebagai “anomali”, sekaligus menilai dampaknya terhadap program Artemis dan proyek pangkalan bulan.
Gelombang kejut dari ledakan dilaporkan terasa di sepanjang pantai timur Florida yang dikenal sebagai “Space Coast”. Sejumlah warga di Carolina Selatan yang berjarak ratusan kilometer juga mengaku melihat cahaya terang di langit.
Tampak Kobaran Api
PerbesarBlue Origin New Glenn rocket exploded during a static fire test in Florida, impacting Amazon’s satellite launch schedule and NASA’s lunar landing plans. (Photo: Spaceflight Now on YouTube)
Siaran langsung yang diunggah organisasi berita antariksa NSF memperlihatkan kobaran api besar dari lokasi peluncuran. Warga di Cape Canaveral dan Cocoa Beach mengatakan rumah mereka sempat bergetar akibat ledakan tersebut.
Pejabat darurat setempat menyatakan tidak ada ancaman tambahan dari asap maupun bahan berbahaya lainnya. Namun, api dilaporkan masih menyala di landasan peluncuran lebih dari dua jam setelah ledakan terjadi.
Insiden ini menambah daftar kemunduran Blue Origin dalam persaingannya dengan SpaceX. Pada penerbangan ketiga New Glenn bulan lalu, muatan roket dilaporkan berakhir di orbit yang salah sehingga Federal Aviation Administration (FAA) sempat melarang roket itu terbang sementara waktu.
Uji coba Kamis malam merupakan pembakaran statis pertama sejak FAA mengizinkan New Glenn kembali terbang pekan lalu.
Dalam program Artemis, NASA berencana menggunakan wahana Blue Moon milik Blue Origin dan sistem pendaratan Starship milik SpaceX untuk menentukan kendaraan mana yang akan membawa awak Artemis IV dari kapsul Orion menuju permukaan bulan.
Elon Musk turut menanggapi ledakan tersebut melalui X.
“Sangat disayangkan. Roket itu keras,” tulis Musk.
Selain proyek eksplorasi bulan, Blue Origin juga mengembangkan bisnis wisata luar angkasa. Pada April lalu, perusahaan itu menjadi sorotan setelah menerbangkan kru perempuan seluruhnya, termasuk presenter Gayle King dan penyanyi Katy Perry, ke luar angkasa.