Triple B Bakal Genggam 34,56% Saham EPAC

arcadex.my.id, Jakarta – PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC), perusahaan bergerak di industri manufaktur kemasan mengumumkan perkembangan atas rencana pengambilalihan saham Perseroan oleh PT Triple Berkah Bersama (Triple B).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (1/6/2026), perseroan menyebutkan telah dilakukan penandatanganan pengikatan jual beli saham (PJBS) antara pemegang saham pengendali (PSP) dan PT Triple Berkah Bersama (Triple B) pada Senin, 25 Mei 2026.

Sebelumnya pada 27 April 2026, perseroan telah menyampaikan ada negosiasi dengan pemegang saham pengendali EPAC dengan tujuan pembelian seluruh saham milik PSP.

“Berdasarkan PJBS itu, Triple B berencana untuk melakukan pembelian atas seluruh saham EPAC milik PSP melalui transaksi di pasar negosiasi dengan harga Rp 12 per saham yang akan dilaksanakan dalam dua tahap atas seluruh kepemilikan saham PSP sebanyak 1,14 miliar saham,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Transaksi itu antara lain:

541.666.667 saham akan dibeli maksimal pada Rabu, 24 Juni 2026

600.004.433 saham akan dibeli maksimal Kamis, 23 Juli 2026.

“Pelaksanaan pembayaran atas pembelian tahap pertama direncanakan selambat-lambatnya pada 24 Juni 2026 dan tahap kedua pada 23 Juli 2026,”

“Perseroan menyatakan, penandatanganan PJBS tersebut belum dapat diartikan sebagai telah efektif terlaksananya perubahan Pengendali Saham Perseroan pada EPAC,” demikian seperti mengutip dari keterbukaan informasi BEI.

Para pihak juga sepakat untuk memastikan seluruh proses pengalihan saham dari PSP lama kepada Triple B akan mengacu dan tunduk pada seluruh ketentuan peraturan perundangundangan serta regulasi yang berlaku di pasar modal.

Setelah terpenuhinya dua tahapan transaksi di atas, seluruh saham EPAC yang pada saat ini dimiliki oleh PSP yang ekuivalen dengan 34,56% dari modal ditempatkan dan disetor penuh akan seluruhnya beralih kepada Triple B.

Berdasarkan data BEI, pemegang saham EPAC antara lain Suhanda Wijaya sebesar 6,82%, PT Omni Multi Industrindo sebesar 24,22%, Nessy Sarinda sebesar 14,44%, Drs Ryan Permana sebesar 20,12%, Direktur Bahar sebesar 5,5% dan masyarakat sebesar 28,9%.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 29 Mei 2026, harga saham EPAC melemah 6,58% menjadi Rp 71 per saham. Harga saham EPAC dibuka turun dua poin menjadi Rp 74 per saham. Saham EPAC berada di level tertinggi Rp 82 dan terendah Rp 69 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.105 kali dengan volume perdagangan saham 531.250 saham. Nilai transaksi Rp 4 miliar.

Penutupan IHSG pada 29 Mei 2026

PerbesarSeorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah tipis pada perdagangan saham Jumat, (29/5/2926). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham mencapai Rp 50,1 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup melemah tipis 0,05% menjadi 6.127,38. Indeks saham LQ45 merosot 1,49% menjadi 611,16. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG hari ini cenderung volatile, di mana dapat cermati bersama pada pre-opening sempat berada di zona merah dan sepanjang hari menghijau lalu ditutup terkoreksi tipis.

“Hal ini seperti yang kami sampaikan pada report teknikal pagi ini, di mana pergerakan IHSG masih cukup berat dan rawan terkoreksi. Di sisi lain, emiten-emiten konglomerasi secara mayoritas mencatatkan penguatan pada saat rebalancing MSCI dan tekanan datang dari emiten perbankan big caps,” ujar Herditya saat dihubungi arcadex.my.id.

 

Sektor Saham

PerbesarSeorang pria memantau layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.230,50 dan level terendah 6.111,97. Sebanyak 409 saham melemah sehingga bebani IHSG. 271 saham menguat dan 137 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.377.153 kali dengan volume perdagangan saham 47,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 50,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.870.

Di tengah koreksi IHSG, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham infrastruktur naik 2,89%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 2,65% dan sektor saham energi meroket 1,95%. Lalu sektor saham industri bertambah 0,31%, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,17% dan sektor saham transportasi bertambah 0,77%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,64%, sektor saham kesehatan susut 1,49%, sektor saham keuangan terperosok 1,04%. Lalu sektor saham properti turun 1,09%, sektor saham teknologi melemah 0,63%.



error: Content is protected !!